You are here: HomeCatalogArticlesAnalsisis Pengaruh Merger dan Akuisisi Terhadap Kinerja Perusahaan Publik di Indonesia

Analsisis Pengaruh Merger dan Akuisisi Terhadap Kinerja Perusahaan Publik di Indonesia

JRAI Vol 7 No 3 2004

Payamta

Universitas Sebelas Maret &

Managing Partner KAP Payamta & Rekan

Doddy Setiawan

Universitas Sebelas Maret

This research aims to examine the effect of merger and acquisition on firms’ performance at Jakarta Stock Exchange. Firm performance is measured using financial ratios: current ratio, quick ratio, total assets to debt ratio, net worth to debt ratio, total assets turnover, fixed asset turnover, ROI, ROE, NPM and OPM and abnormal return around Mergers and Acquisition (M&A) announcement date. Sample of this research consists of 16 manufacturing firms from 1990-1996. We use wilcoxon sign test and manova for research analysis. The results from manova test shows that financial ratios simultaneously indifference between before and after M&A. Abnormal return after M&A announcement date significantly different from abnormal return before M&A announcement date.  Investor earned positive abnormal return at before M&A announcement and turn to negative abnormal return after M&A announcement. Partial test using wilcoxon sign test shows that total asset turnover, ROI, ROE at 1 years before and 1 years after M&A announcement, total asset turnover and fixed asset turnover at 2 years before and 1 years after M&A, total asset turnover, fixed asset turnover, ROI, ROE and NPM at 1 years before and 2 years after M&A, total asset to debt, net worth to debt, total asset turnover and fixed asset turnover at 2 years before and 2 years after M&A are significantly different. These financial ratio getting worse after M&A. These results indicated that M&A does not provide sinergy for firms and they can not achieve economic motive.

Keyword: Merger and acquisition; Firms’ performance; Financial ratios; Abnormal return.

 

1.  Pendahuluan
Memasuki era pasar bebas, persaingan usaha di antara perusahaan-perusahaan yang ada semakin ketat. Kondisi demikian menuntut perusahaan untuk selalu mengembangkan strategi perusahaan agar dapat bertahan atau bahkan berkembang lebih berkembang. Untuk itu perusahaan perlu mengembangkan suatu strategi yang tepat agar perusahaan bisa mempertahankan eksistensinya dan memperbaiki kinerjanya. Salah satu usaha untuk menjadi perusahaan yang besar dan kuat menurut adalah melalui ekspansi. Ekspansi perusahaan dapat dilakukan baik dalam bentuk ekspansi internal maupun ekspansi eksternal. Ekspansi internal terjadi pada saat divisi-divisi yang ada dalam perusahaan tumbuh secara normal melalui kegiatan capital budgeting. Sedangkan ekspansi eksternal dapat dilakukan dalam bentuk penggabungan usaha.
Penggabungan  usaha dapat dilakukan dengan berbagai cara yang didasarkan pada pertimbangan hukum, perpajakan atau alasan lainnya. Di Indonesia didorong oleh semakin besarnya pasar modal, transaksi merger dan akuisisi semakin banyak dilakukan. Di Indonesia isu merger dan akuisisi (M & A) hangat dibicarakan baik oleh para pengamat ekonomi, ilmuwan, maupun praktisi bisnis sejak tahun 1990-an. Pada periode 1989-1992 saja telah terjadi 32 kasus M & A terhadap 79 perusahaan (Santoso, 1992).
Alasan perusahaan melakukan M & A adalah untuk memperoleh sinergi, strategic opportunities, meningkatkan efektifitas dan mengeksploitasi mispricing di pasar modal (Foster, 1994). Pada umumnya tujuan dilakukannya M & A adalah mendapatkan sinergi atau nilai tambah. Keputusan untuk M & A bukan sekedar menjadikan dua ditambah dua menjadi empat tetapi M & A harus menjadikan dua ditambah dua menjadi lima. Nilai tambah yang dimaksud tersebut lebih bersifat jangka panjang dibanding nilai tambah yang hanya bersifat sementara saja. Oleh karena itu, ada tidaknya sinergi suatu M & A tidak bisa dilihat beberapa saat setelah M & A terjadi, tetapi diperlukan waktu yang relatif panjang. Sinergi yang terjadi sebagai akibat penggabungan usaha bisa berupa turunnya biaya rata-rata per unit karena naiknya skala ekonomis, maupun sinergi keuangan yang berupa kenaikan modal.
Keputusan M & A selain membawa manfaat tidak terlepas dari permasalahan (Suta,1992), diantaranya biaya untuk melaksanakan M & A sangat mahal, dan hasilnya pun belum pasti sesuai dengan yang diharapkan. Di samping itu, pelaksanaan akuisisi juga dapat memberikan pengaruh negatif terhadap posisi keuangan dari acquiring company apabila strukturisasi dari akuisisi melibatkan cara pembayaran dengan kas dan melalui pinjaman. Permasalahan yang lain adalah kemungkinan adanya corporate culture, sehingga berpengaruh pada sumber daya manusia yang akan dipekerjakan.
Banyak penelitian telah dilakukan untuk menginvestigasi pengaruh merger terhadap kinerja perusahaan, namun hasilnya tidak selalu konsisten. Caves (1989) menemukan bahwa merger dan takeover  berpengaruh positif terhadap efisiensi ekonomi, karena adanya sinergi dan perubahan terhadap kontrol perusahaan dan pangsa pasarnya. Penelitian Caves (1989) dikonfirmasi oleh Berkowitch dan Narayanan (1993), Eun, Kolodny dan Scheraga (1996) dan Zhang (1998) yang juga menunjukkan M & A berpengaruh positif terhadap shareholder perusahaan bidder dan target. Vennet (1996) berhasil membuktikan adanya peningkatan keuntungan dan efisiensi biaya yang dialami bank-bank di Uni Eropa yang melakukan merjer dan akuisisi.  Di lain pihak penelitian Agrawal, Jaffe dan Mandelker (1992), Loughran dan Vijh (1997) dan Harford (1999) menunjukkan bukti keputusan M & A berpengaruh negatif terhadap kinerja perusahaan. Sutrisno dan Sudibyo  (1999) terhadap 57 kasus M & A di Indonesia menemukan bahwa M & A berpengaruh signifikan dan negatif terhadap keputusan investasi oleh investor, terlihat dari adanya penurunan harga saham perusahaan. Yudyatmoko dan Na’im (2000) menunjukkan M & A tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan.
Melihat kenyataan di atas, penulis tertarik untuk meneliti bagaimana pengaruh M & A terhadap kinerja operasi perusahaan setelah melakukan M & A tersebut. Dalam hal ini, kinerja perusahaan diproksikan dengan rasio-rasio keuangan dan return saham di sekitar kejadian pengumuman M & A tersebut.


1.1.    Perumusan Masalah
Praktik M & A yang dilakukan oleh perusahaan publik banyak mendapatkan perhatian publik, karenya menyangkut kepentingan berbeda dari banyak pihak, di antaranya pemerintah, pemegang saham, calon investor, kreditur dan masyarakat umum. Masing-masing dapat melihat manfaat M & A baik dari segi ekonomi maupun manfaat non ekonomi. Untuk memfokuskan permasalahan, maka dalam penelitian ini hanya dibatasi pada pengaruh M & A terhadap  kinerja perusahaan, yang merupakan bagan dari aspek ekonomi saja. Kinerja perusahaan dalam penelitian ini diamati pada dua sisi penilaian berikut ini.
1.        Pengaruh M & A terhadap kondisi internal perusahaan yang diukur berdasarkan data akuntansi (rasio keuangan) yang tercakup dalam laporan keuangan auditan.
2.        Pengaruh M & A terhadap return saham disekitar peristiwa M & A itu terjadi.

Sementara aspek-aspek kinerja yang lain yang berkaitan  peristiwa M & A tidak diperhitungkan dalam penelitian ini. Aspek-aspek ini meliputi aspek ekonomi dan non ekonomi seperti: dampak terhadap tekhnologi, pajak, tenaga kerja, perluasan pasar, jaringan distribusi, kemampuan manajerial, kepuasan pelanggan, dan sebagainya yang mungkin sangat terpengaruh akibat peristiwa M & A yang dilakukan.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka permasalahan penelitian ini adalah: “Bagaimana pengaruh keputusan M & A terhadap kinerja perusahaan yang diukur dengan rasio keuangan dan return sebelum dan sesudah merger dan akuisisi?”

1.2.     Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah sebagai berikut:
1.        Untuk mengetahui kinerja perusahaan manufaktur yang melakukan M & A setelah pelaksanaan merger dan akuisisi.
2.        Untuk memberikan bukti empiris pengaruh M & A terhadap kinerja perusahaan manufaktur pada tahun sebelum pelaksanan merger dan akuisisi dengan setelah merger dan akuisisi.
3.        Untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya kenaikan dan penurunan kinerja perusahaan manufaktur pasca merger dan akuisisi.

1.3.    Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian mengenai merger dan akuisisi ini adalah:
1.        Memberi memberikan bukti empiris tentang pengaruh M & A terhadap kinerja perusahaan tersebut setelah melakukan M & A.
2.        Memberi sumbangan pengetahuan mengenai permasalahan yang dihadapi perusahaan publik yang melakukan M & A.
3.        Untuk memberikan bahan kajian tentang pengaruh ekonomis atas keputusan M & A terutama bagi perusahaan yang akan melakukan keputusan serupa di masa mendatang.