You are here: HomeCatalogArticlesAnalisis Pengaruh Intensitas Persaingan dan Variabel Kontekstual Terhadap Penggunaan Informasi Sistem Akuntansi Manajemen dan Kinerja Unit Bisnis dengan Pendekatan Partial Least Squre

Analisis Pengaruh Intensitas Persaingan dan Variabel Kontekstual Terhadap Penggunaan Informasi Sistem Akuntansi Manajemen dan Kinerja Unit Bisnis dengan Pendekatan Partial Least Squre

JRAI Vol 10 No 2 2007

FAISAL

Universitas Diponegoro Semarang


This study examines the impact of intensity of market competition and contextuals variables (strategy  and perceived environmental uncertainty) on manager's use  information by management accounting system (MAS) and unit business performance. Managers' use of the information provided by management accounting systems (MAS) can help organizations  to adopt and implement plans in response to their competitive environment. In this research MAS is viewed as a system which provides benchmarking and monitoring information in addition to internal and historical information traditionally generated by management accounting system.

The responses of 102 marketing dan production managers, drawn from Indonesian manufacturing companies. Data analyzed by using partial least square (PLS). The results indicate that manager's use information by management accounting system (SAM)  acts  as a mediator in the relationship between intensity of market competition and unit business performance. On the other hand, the relationship between strategy, perceived environmental uncertainty (PEU) and unit business performance through SAM are not significant.

Keywords : Intensity of market competition, Perceived Environmental Uncertainty (PEU), Strategy, Management Accounting System (MAS), Unit business performance.

 


1. Pendahuluan
1.1.    Latar Belakang
Teori kontijensi dapat digunakan  untuk menganalisis desain dan sistem akuntansi manajemen untuk memberikan informasi yang dapat digunakan perusahaan untuk berbagai macam tujuan (Otley, 1980) dan untuk menghadapi  persaingan (Mia dan Clarke,1999). Teori kontijensi didasarkan pada premis bahwa tidak ada sistem akuntansi manajemen yang secara universal dapat digunakan organisasi dalam berbagai lingkungan (Otley, 1980; Muslichah, 2003). Dalam penelitian tentang sistem akuntansi manajemen, pendekatan kontijensi diperlukan untuk mengevaluasi faktor-faktor lingkungan (intensitas persaingan, strategi dan ketidakpastian lingkungan) yang dapat menyebabkan sistem akuntansi manajemen menjadi lebih efektif.
Beberapa penelitian sebelumnya yang menggunakan pendekatan kontijensi untuk  menguji hubungan antara variabel-variabel kontekstual seperti ketidakpastian lingkungan (Gordon dan Narayanan,1984 dan Govindarajan,1984), kompleksitas teknologi (Chenhall dan Morris,1986), strategi (Govindarajan dan Gupta,1985) terhadap sistem informasi akuntansi manajemen. Hasil penelitian Gordon dan Miller (1976), Abernethy dan Guthrie (1996), Chong dan Chong (1997), Chenhall dan Morris (1996) serta Abernethy dan Bouwens (2000) menyatakan bahwa organisasi perlu mempertimbangkan variabel-variabel kontekstual tersebut agar informasi dari sistem akuntansi manajemen yang dihasilkan menjadi lebih efektif. Secara tradisional informasi akuntansi manajemen didominasi oleh informasi finansial, tetapi dalam perkembangannya juga menyediakan informasi non finansial.
Hasil penelitian Mia dan Clarke (1999) menyatakan bahwa penggunaan informasi sistem akuntansi manajemen (SAM) dapat membantu manajer  dan organisasi untuk mengadopsi dan mengimplementasikan rencana-rencana mereka dalam merespon lingkungan persaingan. Dalam penelitian ini, SAM dilihat sebagai suatu sistem yang dapat memberikan informasi benchmarking  dan monitoring dari informasi internal dan historis yang secara tradisional  dihasilkan SAM. Benchmarking merupakan upaya perusahaan untuk memperbandingkan kondisi internal mereka dengan perusahaan pesaingnya. Misalnya melihat bagaimana kos, struktur kos, produktivitas, kualitas, harga,  pelayanan kustomer dan profitabilitas. Sedangkan monitoring berupa feedback dari pengimplementasian strategi-strategi perusahaan untuk mencapai faktor-faktor yang telah ditetapkan sebelumnya sebagai benchmarking perusahaan (Bromwich,1990). Menurut Bromwich (1990) penggunaan benchmarking dan monitoring yang dihasilkan SAM dapat digunakan manajer untuk membantu mereka dalam menghadapi tekanan persaingan.
Penelitian Jermias dan Gani (2004)  menguji hubungan antara strategi bisnis, konfigurasi organisasi dan sistem akuntansi manajemen dengan keefektifan unit bisnis. Dalam penelitian mereka sistem akuntansi manajemen didefinisikan sebagai sistem  yang dapat memberikan informasi tentang pengukuran kepuasan pelanggan, ketepatan pengiriman pesanan, pengukuran aktivitas produksi, kualitas, benchmarking, dan perencanaan strategik. Lebih lanjut mereka menyatakan bahwa informasi sistem akuntansi manajemen dapat meningkatkan kemampuan perusahaan untuk melakukan diferensiasi terhadap produknya. Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa strategi bisnis mempengaruhi tipe pengendalian dan sistem akuntansi manajemen yang digunakan unit bisnis.
Menurut Mia dan Clarke beberapa hasil penelitian di Australia yang dimuat dalam The Australian Financial Review tahun 1995 telah menyimpulkan bahwa semakin intensif persaingan pasar maka kinerja organisasi menjadi lebih baik. Namun penelitian Khandawalla (1972) menyatakan bahwa terdapat hubungan negatif antara harga, produk dan distribusi pemasaran dengan kinerja perusahaan. Hasil penelitian tersebut tentu saja menarik untuk dicermati, mengingat terdapat perbedaan antara bukti empiris dengan realitas.
Gerdin (2005) menguji pengaruh interdependensi antar departemen dan penggunaan sistem akuntansi manajemen terhadap kinerja unit bisnis. Dalam penelitiannya variabel penggunaan sistem akuntasi manajemen diukur dari 12 item pertanyaan. 12 item yang ditanyakan kepada responden diantaranya meliputi keputusan harga (pricing decision), product mix, make or buy,  alokasi sumberdaya, pengembangan produk dan layanan pelanggan. Hasil penelitiannya menyimpulkan bahwa  terdapat pengaruh interdependensi terhadap kinerja unit bisnis melalui penggunaan informasi sistem akuntansi manajemen. Lebih jauh, hasil penelitian ini menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat interdependensi maka semakin tinggi kebutuhan akan informasi sistem akuntansi manajemen.
Sesuai dengan pendekatan kontijensi (Otley,1980) sistem akuntansi manajemen tidak selalu sama untuk berbagai situasi. Sistem akuntansi manajemen  merupakan prosedur dan sistem formal yang menggunakan informasi untuk mempertahankan atau atau menyediakan alternatif dari berbagai kegiatan perusahaan (Simon, 1990). Salah satu manfaat dari sistem akuntansi manajemen adalah sebagai sumber informasi penting yang membantu manajer dalam mengendalikan aktivitasnya dan mengurangi ketidakpastian lingkungan. Miliken (1987) menjelaskan bahwa ketidakpastian lingkungan (PEU) terdiri dari tiga tipe; effect uncertainty, response uncertainty dan stated uncertainty. Effect Uncertainty adalah ketidakmampuan untuk memprediksi pengaruh lingkungan dimasa-masa yang akan datang terhadap organisasi. Response Uncertainty adalah ketidak­mampuan untuk memprediksi konsekuensi dari pilihan-pilihan keputusan untuk merespon lingkungan. Stated uncertainty merupakan ketidakpastian yang dipersepsikan. Gul dan Chia (1994) menegaskan bahwa persepsi tentang ketidakpastian lebih baik daripada ketidakpastian yang dinyatakan. Chenhall dan Morris (1986) menyakan bahwa ketidak­pastian lingkungan yang dipersepsikan (PEU) merupakan faktor kontijensi yang penting sebab PEU dapat menyebabkan proses perencanaan dan kontrol menjadi lebih sulit. Gordon dan Narayanan (1984) menyatakan bahwa ketidakpastian lingkungan berhubungan dengan kinerja organisasi.
Menurut Porter (1985) ada dua jenis strategi, yaitu strategi korporat dan kompetitif (unit bisnis). Strategi korporat memfokuskan pada bisnis apa yang dan bagaimana mengelola unit bisnis. Sedangkan strategi kompetitif fokus pada penciptaan keunggulan kompetitif pada masing-masing unit bisnis. Konsep-konsep strategi kompetitif dapat dibedakan menjadi defender, prospector  dan analyzer, reactors (Miles dan Snow,1978); konservatif (adaptive), enterpreneurial (Miller dan Friesen, 1982); cost leadership, differentiation, focus (Porter, 1985).
1.2.    Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas maka yang menjadi pertanyaan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh  intensitas persaingan pasar dan variabel-variabel kontekstual (strategi dan Perceived Environmental Uncertainty/PEU)  terhadap  kinerja  melalui penggunaan informasi Sistem Akuntansi Manajemen (SAM)?
1.3.    Tujuan Penelitian
Penelitian ini  bertujuan untuk menjelaskan   pengaruh  intensitas persaingan pasar dan variabel-variabel kontekstual (strategi dan perceived environmental uncertainty/PEU)  terhadap kinerja  melalui pengunaan informasi Sistem Akuntansi Manajemen (SAM)
1.4.    Kontribusi Penelitian
Penelitian ini mengacu kepada penelitian yang dilakukan oleh Mia dan Clarke (1999) serta Muslichah (2003). Penelitian Mia dan Clarke (1999) menguji pengaruh variabel intensitas persaingan pasar dan penggunaan sistem informasi akuntansi manajemen terhadap kinerja. Muslichah (2003) menguji pengaruh variabel-variabel kontekstual (teknologi informasi, strategi, ketidakpastian lingkungan, interdepedensi, desentralisasi) terhadap sistem akuntansi manajemen dan kinerja manajerial.
Penelitian ini mencoba mengintegrasikan kedua penelitian tersebut dan memperluas penelitian yang dilakukan oleh Mia dan Clarke. Penelitian Mia dan Clarke tidak mempertimbangkan variabel-variabel kontekstual seperti strategi dan ketidakpastian lingkungan sebagai variabel yang mempengaruhi kinerja. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh Muslichah terletak pada karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen. Penelitian ini menggunakan informasi benchmarking dan monitoring sebagai karakteristik dari informasi sistem akuntansi manajemen. Sedangkan penelitian Muslichah menggunakan informasi broad scope, aggregat, timeliness dan integration  sebagai karakteristik dari sistem akuntansi manajemen.
Selain itu  penelitian ini berbeda dari penelitian Mia dan Clarke serta Muslichah dalam hal  alat analisis. Mia dan Clarke menggunakan analisis jalur sedangkan Muslichah menggunakan  structural equation modelling. Penelitian ini menggunakan partial least square (PLS) untu menganalisis data.